Arsip untuk ‘Resensi Buku’ Kategori

ATAP

Posted: Oktober 24, 2010 in Resensi Buku

Atap adalah novel penutup dari serangkaian trilogi novel karya fira basuki, ‘jendela-jendela’ dan ‘pintu’. Dalam novel ini fira basuki menyelesaikan petualangan june dan kakaknya bowo. Berbeda dengan novel sebelumnya, fira basuki membuat cerita novel ini adalah cerita para tokohnya. Pembaca seperti ditarik kedalam novel sebelumnya, ’jendela’ dan ‘pintu’ dalam latar masa setelahnya. Jadi alurnya pun maju-mundur mengikuti penuturan cerita para tokoh utamanya.

Setelah memutuskan hubungannya dengan dean, june kembali kepada jigme dengan segala penyesalannya. Ia merasa bersalah kepada suaminya, karena telah membuat ikatan persahabatan dean dengan jigme terputus. June mengakui bahwa dirinya berselingkuh di belakang Jigme, tapi dengan segala kerendahan hatinya, Jigme memaafkan june.

Nasib june untuk berhenti dari pekerjaannya membuat ia stres berada di singapura. June terpaksa berhenti karena krisis menerpa radio internasional tempat ia bekerja. Semakin ia terkekang di singapura karena tak mempunyai pekerjaan tetap, dan ia juga merasa malu kepada jigme karena tidak bisa membantu keuangan keluarga kecil itu. Sehingga jigme memutuskan agar June pergi berlibur ke amerika tempat ia kuliah dulu, untuk menghilangkan kepenatan yang sering membuat june mengeluh.

Senangnya june saat kembali ke pitsbrug tempat ia kuliah dulu. Ia pergi ke tempat orang tua angkatnya dulu semasa kuliah, Dan mengenang kembali masa-masa kuliahnya dulu. Tapi Alice, ibu angkatnya mengingatkan june kepada Aji saka. Aji saka adalah kekasihnya dulu semasa kuliah. Karena Aji berlaku keras kepada june, akhirnya ia meninggalkannya begitu saja dan bertemu dengan jigme yang menjadi suaminya kini. Alice mendorong june agar bertemu kembali dengan Aji saka. June pun mencarinya sampai ia bertemu di kota Boulder.

Aji telah berubah setelah ditinggal pergi oleh june. Ia sekarang mempunyai sebuah motel yang di persembahkan untuk june. June tepikat kembali oleh seorang aji saka, aji saka yang dulu kasar sekarang membuat hati june luluh kembali. Tapi menjalin kasih dengan kekasihnya dulu berbeda dengan ia mencintainya sekarang. June sadar bahwa sekarang ia sudah bersuami, jigme adalah kekasihnya yang sejati. Ia teramat menyesal karena sudah membohongi suaminya untuk kedua kalinya. June pun pergi meninggalkan Aji untuk kedua kalinya dan selamanya.

Kehidupan bowo setelah menikah dengan Aida juga diwarnai dengan kisah yang amat berliku. Yangti (nenek) bowo meninggal di pelukan putri saat ia menikah dengan Aida. Putri adalah kekasihnya dulu, ia bertemu yangti dan berkata bahwa akan mencintai bowo selamanya. Setelah yangti tahu sikap putri, yangti menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah kejadian itu putri menghilang dari kehidupan bowo.

Setelah menikah bowo memutuskan untuk ikut andil dalam bisnis yang ada di Indonesia. Ia mendirikan sebuah perusahaan bidang jasa komputer, PT. Sun tech. Melihat ke suksesan Bowo dengan perusahaannya, lawan bisnisnya iri dan berusaha untuk menjatuhkannya. Bowo pernah dikirim santet saat ia terlelap tidur. Tapi dengan kekuasaan tuhan dan usaha bowo, santet tersebut mental dan kembali pada pengirimnya. Ia juga pernah didatangi oleh maling yang berusaha menanamkan ilmu jahat ke rumahnya. Namun usaha maling itu gagal ketika keris dan tomhawk pemberian teman-temannya membuat maling tersebut tak sadarkan diri, berenang di teras sampai polisi datang. Padahal di teras rumah Bowo tak punya kolam.

Bowo bertemu kembali bertemu dengan putri saat ia bekerja sama dengan perusaahaan lain. Ia masih mencintai putri, tapi Aida mencium glagat bowo yang berbeda tak seperti biasanya. Bowo menjelaskan kepada Aida tentang hubungannya dengan putri. Aida mengerti dan memberikan izin jika ia merelakan bowo untuk menikah lagi. Bowo berjanji bahwa akan bersikap adil kesetiap istrinya. Putri akhirnya menikah dengan bowo, sebagai istri keduanya.

Putri ternyata menderita kanker rahim yang cukup parah. Dengan telaten bowo mengobati putri lewat aliran tenaga dalam di bantu kibrewok. Bowo pernah mendalami ilmu tenaga dalam dan juga mempunyai indra keenam. Tapi ia tak cukup kuat untuk berusaha menyembuhkan putri. Pada saat bowo rajin menemanni putri, Aida ternyata berselingkuh dengan pria lain. Hal ini tidak bisa di maafkan oleh bowo, hingga ia terpaksa menceraikan Aida demi nama baik keluarganya.

Disaat bowo gelisah seperti itu, jaliteng datang menemuinya. Jaliteng adalah jin yang sejak kecil menemani bowo. Jaliteng sekarang mengaku bahwa dirinya sekarang tinggal bersama kanjeng ratu kidul, penguasa laut selatan. Jaliteng menceritakan hubungannya dengan bowo, kanjeng ratu kidul memahami jika bowo mengalami kesulitan. Kanjeng ratu kidul mengirimkan doa untuk kesembuhan putri. Hingga akhirnya putri sembuh dengan cepat, dan bisa menghasillkan keturunan.

Di akhir cerita june mengetahui yang sebenarnya sering mengiriminya puisi adalah Ariel sahi. Ariel adalh teman dekatnya saat juni masih bekerja di radio singapura. Ariel memang mengagumi june tapi tak berani untuk menyatakannya karena juni bersuami. Dan  ia mengungkapkannya lewat puisi yang sering dikirimkannya atas nama Mr. X. Tapi june menganggapnya hanya pengagum rahasianya karena ia telah berjanji akan setia kepada jigme. June akhirnya di karuniai anak perempuan, dan bowo dengan putri di karuniai anak laki-laki. Dan mereka hidup bahagia setelah anak-anak mereka datang membawa kebahagian tersendiri.

Pintu

Posted: Oktober 17, 2010 in Resensi Buku

Judul : PINTU
Pengarang : Fira Basuki

Novel pintu adalah lanjutan dari novel trilogi fira basuki setelah jendela-jendela. Berbeda dengan sebelumnya, novel “pintu” ini mengisahkan tentang perjalanan kakak dari juni bernama bowo. Pada novel “pintu” ini fira basuki menggunakan bahasa yang begitu komunikatif. Banyak dikisahkan pengalaman spiritual bowo yang memiliki mata ke-tiga.

Semenjak kecil bowo memang sudah dapat melihat dan merasakan hal-hal gaib yang tak bisa dirasakan orang lain. Bowo merupakan anak yang aktif dimasa kecilnya, dia berteman dengan jin yang hanya bisa ia lihat sendiri bernama “jaliteng”. Semasa kecilnya bowo menghabiskan waktu bermainnya dengan jaliteng. Sampai akhirnya jaliteng mohon pamit ketika usia bowo sudah menginjak masa SMP. Bowo juga pernah belajar ilmu silat ke haji brewok, yang membuat bowo makin tajam mata “ketiga”-nya itu.

Setamat SMA bowo mempunyai pengalaman spritual yang membuatnya dapat melihat warna aura seseorang. Saat niat berlibur ke Surabaya, tapi entah mengapa bowo ingin sekali pergi ke Malang. Di malang dia terjebak di suatu kuburan kuno, sampai akhirnya ia dapat melihat sebuah rumah joglo dan warna-warna terang ayng membuatnya ketakutan dan akhirnya pingsan. Setelah peristiwa itu bowo bisa melihat aura semua orang.

Pada bagian ketiga ‘Pintu Batin’, diceritakan kehidupan Bowo pada usia remaja akhir. Berawal ketika dia menjadi mahasiswa ITB dan bermasalah dengan seniornya yang bernama Nico. Karena kematian Nico yang ternyata dibunuh oleh si Udel dan sebelum kejadian itu, Bowo sempat ikut berkelahi dengan Nico dan anak buahnya. Karena takut si Udel akan mencarinya setelah ia keluar dari penjara nanti, maka orang tua Bowo memutuskan untuk mengirimnya ke Chicago, Ameka Serikat.

Bowo meninggalkan pacarnya putri teman adiknya, june. Ia sempat berhubungan jarak jauh sebelum berkanalan dengan Erna. Saat terjadi reformasi di Indonesia, orang tua Bowo mengalami kesulitan keuangan. Hingga akhirnya ia terpaksa menginap dengan Erna teman kuliahnya, karena Bowo tak sanggup membayar uang sewa kamar. Sejak pindah di tempat Erna, Bowo semakin tertarik pada Erna hingga akhirnya ia melakukan hubungan terlarang. Erna menuntut Bowo untuk segera menikahinya, ia marah dan pulang kembali ke Jakarta. Saat Erna di Jakarta, ia memberitahu putri tentang hubungannya dengan Bowo. Putri putus asa dengan sikap Bowo dan menyatakan tak akan berhubungan lagi dengan Bowo. Tapi memang Bowo sangat mencintai Putri, hingga ia butuh waktu untuk melupakannya.

Saat Erna pergi, Bowo berusaha mencari pekerjaan yang layak untuk membiayai hidupnya di Amerika. Ia menjadi seorang hacker, pembobol sistem computer perusahaan. Bowo di bayar mahal utuk pekerjaannya yang sangat beresiko itu. Sampai akhirnya iapun tertangkap dan disidang. Tapi pengadilan menganggap bowo tak bersalah. Ia hanya di beri hukuman ringan hingga ia bisa tenang dengan masalah perkuliahannya.

Saat liburanya di New Orleans, ia berkenalan dengan paris. Hingga akhirnya Bowo jatuh hati kepada paris yang statusnya adalah istri orang lain. Memang perasaan bersalah kerap menghantui Bowo. Tapi ia teramat sedih jika mendengarkan paris sering mendapat pelakuan kasar oleh suaminya. Paris juga mencintai Bowo, ia menyukai puisi karangan Pablo Neruda. Kepada Bowo, Paris mencurahkan perasaannya lewat puisi-puisi Pablo Neruda. Bowo teramat sedih ketika ia mendengar kematian Paris yang di bunuh suaminya sendiri. Kesendirian mendampingi hidup bowo kembali,

Yang paling menarik dalam novel ini adalah cerita saat Bowo menikah dengan aida. Kisah ini adalah bagian pembuka novel “pintu” yang seharusnya penutup. Bowo akhirnya menikah dengan aida yang sebenarnya ia tak terlalu dekat dengannya.

Pada bagian akhir, ketika esok hari dilaksanakan resepsi pernikahan jaliteng kembali datang. Bowo terkejut melihat kedatangannya yang sudah lama tak bertemu. Jaliteng hanya memberitahunya bahwa jodoh sebenarnya bukan aida. Tapi hal ini membuat bowo mundur untuk menikahi aida. Hingga pada esok hari, saat bowo resepsi pernikahan Bowo melihat putri. Mantan kekasihnya itu datang pada pernikahan Bowo bersama Aida. Saat Putri mengobrol dengan Yangti bowo, Yangti tiba-tiba meninggal dunia di pelukan putri.

Jendela-jendela

Posted: Oktober 15, 2010 in Resensi Buku

Tokoh utama cerita ini adalah June Larasati Subagio (June). Seorang wanita Indonesia berdarah Jawa kental. June memutuskan untuk sekolah di Bogor tahun 1987 setelah tahu orang tuanya akan mengirimnya ke Amerika untuk kuliah. Di SMA Regina Pacis Bogor, June bertemu dengan Didit. Walapun tidak pernah resmi menjadi sepasang kekasih, karena agama yang berbeda. Didit beragama Katolik dan June beragama Islam. Tetapi Didit membuat masa remaja June menjadi manis, dan June pun terlanjur sayang dan jatuh cinta kepadanya. Sampai pada akhirnya Didit mendapat beasiswa ke Sydney Australia dan berpacaran dengan Nina teman kuliahnya di Sydney.

June memutuskan untuk kuliah di Amerika Serikat, Pittsburg State University adalah pilihannya. Ketika kuliah di Pittsburg June berpacaran dengan Aji Saka yang mempunyai dua kepribadian. Aji terkadang manis, lembut, dan romantis, tetapi terkadang juga kasar. Karena perlakuan Aji,yang terkadang kasar padanya, June pindah kuliah di Wichita State University. Di Wichita, June bertemu dengan Jigme yang akhirnya menjadi suaminya.

June menikah dengan Jigme tanggal 5 September 1997 dan langsung pindah ke Singapura. Jigme adalah orang Tibet. June dan Jigme tinggal di apartemen HDB atau Housing Development Board, alias rumah susun yang di bangun pemerintah Singapura. Masalah ekonomipun muncul di kehidupan rumah tangga June dan Jigme. June sering pergi ke Pawn Shop atau tempat gadai, karena gaji Jigme tidak mencukupi kebutuhan mereka.

June dan Jigme kehilangan calon buah hati. Kandungan June yang berusia lima minggu keluar ketika June buang air kecil. Perasaan bersalah June membuatnya menghukum diri dan mereka jarang melakukan hubungan suami istri. Karena June takut hal buruk akan terjadi, June takut hamil, takut keguguran lagi dan takut mengecewakan Jigme.

Jigme semakin pulang malam dan June merasa kesepian. June akhirnya berselingkuh dengan Dean temannya Jigme. June akhirnya mengaku pada Jigme bahwa dia telah berselingkuh dengan Dean. Jigme tidak pernah bertanya-tanya dan menyalahkan June, ia selalu menyalahkan dirinya terlebih dahulu. Sebagai orang Tibet, ia percaya karma, sebab dan akibat. Jigme selalu yakin, orang yang bersalah akan selalu menanggung resiko hukumannya. June memelik Jigme eraterat. Teramat erat. Siapa sangka Jigme pria yang mudah menerima keadaan. Pernah ketika Jigme sering pulang malam, June mengira Jigme serong di belakangnya. Ternyata June salah, Jigme seorang pria yang berhati mulia.